Pendekatan Dalam Manajemen Kelas


     A.    Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
1.      Pengertian Pendekatan Dalam Manajemen Kelas

Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang dalam proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang bersifat umum. Adapun pendekatan merupakan unsur penting yang harus dikuasai guru sebelum mempersiapkan perencanaan pembelajaran. Sebagai pekerja profesional, seorang guru harus mendalami kerangka acuan pendekatan-pendekatan kelas, sebab di dalam penggunaannya ia harus terlebih dahulu meyakinkan bahwa pendekatan yang dipilihnya untuk menangani sesuatu kasus manajemen kelas merupakan alternatif yang terbaik sesuai dengan hakikat masalahnya. Artinya, seorang guru terlebih dahulu harus menetapkan bahwa penggunaan sesuatu pendekatan memang cocok dengan hakikat masalah yang ingin ditanggulangi. Ini tentu tidak dimaksudkan mengatakan bahwa seorang guru akan berhasil baik setiap kali ia menangani kasus manajemen kelas.
Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan peserta didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik baik secara berkelompok maupun secara individual. Keharmonisan hubungan guru dan peserta didik, tingginya kerjasama diantara peserta didik tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka manajemen kelas
2.      Sikap Guru Dalam Manajemen Kelas
Menurut Djamarah (2006:185) hendaknya guru harus bersikap :
1.      Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukkan antusias pada tugasnya.
2.      Menggunakan kata-kata, tindakan, cara kerja dan bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan kegaurahan siswa untuk belajar.
3.      Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan siswa.
4.      Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya
5.      Guru harus menekankan pada hal-hal yang positif
6.      Guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari hall-hal yang negative
7.      Guru harus disiplin dalam segala hal.
3.      Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. 
Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, itu merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Prinsip Penggunaan 
1.      Kehangatan dan keantusiasan 
2.      Tantangan
3.      Bervariasi
4.       Keluwesan
5.      Penekanan pada hal-hal yang positif 
6.      Penanaman disiplin diri. 
Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager), guru hendaknya mampu   mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi, lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan terhadap belajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. 
Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Peran guru pada pada kegiatan belajar siswa sangat menentukan prestasi siswa, pada pembahasan pengelolaan kelas yang lalu menekankan sangat pentingnya pengelolaan kelas khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik.
Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Tugas sekaligus masalah pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai dalam rangka proses pembelajaran. Karena itu setiap guru dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola kelas. 
Proses belajar mengajar di dalam kelas hakikatnya akan melibatkan semua unsur yang ada di dalam sekolah yang bersangkutan akan tetapi secara langsung akan terlibat hal-hal sebagai berikut : 
a.       Guru sebagai pendidik
b.      Murid sebagai yang dididik 
c.       Alat-alat yang dipakai 
d.      Situasi dalam dan lingkungan kelas
e.       Kelas itu sendiri
f.       Dan lain-lain yang sewaktu-waktu terjadi.
Dalam pengelolaan kelas selanjutnya, maka guru melalui pimpinan sekolah harus mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain : 
1.      Menyusun kelasnya dengan baik
2.      Menyusun jadwal pelajaran
3.      Merencanakan aktifitas kelas bagi murid dengan bimbingan guru
4.      Guru dalam melaksanakan tugas harus terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan bahan-bahan pelajaran sebelum berdiri di depan kelasnya
5.      Guru menciptakan situasi kelas yang baik. 

4.      Macam-Macam Pendekatan DalamKelas

Sedangkan menurut (Wiyani, 2013:107-111) untuk menjalankan manajemen kelas dengan baik serta mengatasi masalah-masalah yang ditemukan, dapat dilakukan dengan salah satu atau beberapa pendekatan manajemen kelas, antara lain sebagai berikut:
a.       Pendekatan Kekuasaan
Cara pandang guru yang meyakini bahwa kelas yang kondusif dapat dibentuk melalui berbagai upaya penegakan aturan-aturan di dalam kelas yang dapat menjadikan peserta didiknya memiliki kedisiplinan diri.
b.      Pendekatan Ancaman
Cara pandang guru bahwa perbuatan mengancam dapat dijadikan sebagai metode atau cara untuk menciptakan kelas yang kondusif. Ancaman yang dilakukan guru bisa berbentuk melarang, mengejek, menyindir, dan memaksa.
c.       Pendekatan Kebebasan
Menurut (Wiyani, 2013:107-111) cara pandang guru yang menyatakan bahwa kondisi kelas yang kondusif dapat dicapai jika guru sebagai seorang manajer di kelas memberikan keleluasaan kepada semua peserta didiknya untuk bergerak bebas di dalam kelas. Dalam penggunaan pendekatan kebebasan ini guru harus mampu mengendalikan perilaku peserta didik dengan memegang teguh batasan-batasan kebebasan tersebut.
d.      Pendekatan Resep
Keterangan tentang cara bagaimana mengelola suatu kelas. Pendekatan resep dapat terwujud dalam berbagai aturan-aturan kelas yang dibuat dan disepakati secara bersama.
e.       Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik. Dan pemecahan diperlukan bila masalah tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar dapat mencegah atau menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
f.       Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku
Sesuai dengan namanya pengelolaan kelas disini diartikan sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru ialah, mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik dan mencegah tingkah laku yang kurang baik.
g.      Pendekatan Sosio-Emosional
Menurut pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim sosio-emosional yang positif di dalam kelas. Sosio-emosional yang positif artinya adanya hubungan yang positif antara guru dan anak didik, dan anak didik dengan anak didik. Di sini guru adalah kunci terhadap pembentukan hubungan pribadi dan peranannya adalah menciptakan hubungan pribadi yang sehat.
h.      Pendekatan Proses Kelompok
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sistem sosial dimana proses kelompok merupakan yang paling utama. Peran guru adalah mengusahakan agar pengembangan dan pelaksanaan proses kelompok afektif. Proses kelompok adalah usaha mengelompokkan anak didik dalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga terjadi kelas yang bergairah dalam belajar.
i.        Pendekatan Pluralistik
Pada pendekatan ini, pengelolaan kelas berusaha menggunakan berbagi macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses interaksi edukatif dan efisien. Jadi bebas memilih pendekatan yang sesuai dan dapat dilaksanakan.
Menurut Karwati,dkk (2014:15) pendekatan dalam manajemen kelas sama dengan yang dikemukakan Wiyani tetapi ada yang berbeda yaitu pada:
1.      Pendekatan Teknologi dan Informasi
Pendekatan teknologi dan informasi dalam manajemen kelas berasumsi bahwa pembelajaran tidak cukup hanya dengan kegiatan ceramah dan transfer pengetahuan, bahwa pembelajaran yang modern perlu memanfaatkan penggunaan teknologi dan informasi didalam kelas. Guru perlu memahami bahwa teknologi dapat menyediakan informasi; serta menyediakan akses sumber belajar lainnya. Pembelajaran berbasis teknologi dan informasi akan mempermudah proses pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Karwati, Euis,dkk. 2014. Manajemen Kelas (Classroom Management). Bandung : Alfabeta.
Nurdin, Syafrudin. Adriantoni. 2019. Profesi Keguruan. Depok : Rajawali Pers.
Wiyani, Novan Ardy. 2013. Manajemen Kelas. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.


Komentar

  1. Thank you, ini sangat membantu
    Semangat terus ya

    BalasHapus
  2. Thank’s infonya ya kak, sangat bermanfaat :))

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat kak, semoga bisa diterapkan dilapangan nantinya

    BalasHapus
  4. Terimakasih. Sangat bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  5. Tulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya

    BalasHapus
  6. Semoga bisa diterapkan di lapangan kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menciptakan Suasana Kelas yang Efektif

Aspek, Fungsi, Faktor Manajemen Kelas

Tahapan Penanggulangan Disiplin Kelas