Prinsip-Prinsip Disiplin Kelas
A.
Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin merupakan istilah yang
sudah memasyarakat diberbagai instansi pemerintah maupun swasta. Kita mengenal
adanya disiplin kerja, disiplin lalu lintas, disiplin belajar dan macam istilah
disiplin yang lain. Disiplin secara etimologi berasal dari bahasa latin “ disibel”
yang berarti pengikut. Seiring dengan perkembangan bahasa, kata tersebut mengalami
perubahan menjadi ‘disipline”yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut
tata tertib. Berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa disiplin berasal
dari bahasa latin “Disciplina”yang berarti latihan atau pendidikan
kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat. Jadi sifat disiplin
berkaitan dengan pengembangan sikap yang layak terhadap pekerjaan.Sekarang ini
kata displin telah berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga
banyak para ahli baik ahli bahasa maupun sosial dan etika dan estetika
memberikan definisi yang berbeda-beda.
Ada beberapa tokoh yang
mendefinisikan disiplin sebagai sebuah proses yang harus ditempuh sebagaimana
diringkas oleh carapedia.com berikut ini;
Disiplin merupakan hasil belajar dan
mencakup aspek kognitif, afektif, dan behavioral (Toto Asmara). Disiplin
merupakan wujud nyata dari penghargaan kita pada diri sendiri dan orang lain
(Tim Penulis Grasindo). Disiplin adalah proses pelatihan pikiran dan karakter,
yang meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri dan menumbuhkan
ketaatan atau kepatuhan terhadap tata tertib atau nilai tertentu (Andrias
Harefa). Disiplin adalah merujuk pada autoriti, keadaan kelas yang teratur,
program studi yang sitematik, serta cara penetapan peraturan atau hukuman (R.
F. Olivia)
Dari beberapa definisi tersebut
dapat difahami bahwa disiplin adalah serangkaian pelatihan atau pembiasaan yang
untuk meningkatknya kemampuan aspek kognitif, afektif dan behavioral serta
pengendalian diri yang menjadi habit dalam kehidupan.
Ada juga yang mendefinisikan bahwa
disiplin merupakan potensi diri siswa yang perlu diekflor dalam proses
pembelajaran yang berlangsung.sebagaiman dipaparkan oleh carapedia.com berikut;
Disiplin merupakan salah satu aspek
perkembangan seorang individu yang berkaitan dengan cara untuk mengkoreksi atau
memperbaiki dan mengajarkan anak tingkah laku baik tanpa merusak harga diri
anak (Euis Sunarti).
Pada hakekatnya, disiplin merupakan
hal yang dapat dilatih.pelatihan disiplin diharapkan dapat menumbuhkan kendali
diri, karakter atau keteraturan, dan efisiensi. Jadi secara singkat dapat
disimpulkan bahwa disiplin berhubungan dengan pengendalian diri supaya dapat
menbedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah sehingga dalam jangka
panjang diharapkan bisa menumbuhkan perilaku yang bertanggung jawab
Berikut ini adalah pengertian dan
definisi disiplin sebagaimana dipaparkan oleh carapedia.com adalah sebagai
berikut;
Disiplin adalah hubungan tata
tertib, tata susila, adab, akhlak, dan kesopanan (Abdullah Sani Bin Yahaya).Disiplin
adalah jembatan antara tujuan dan prestasi (Jim Rohn).Disiplin merupakan
latihan yang diberikan kepada murid supaya mereka bertindak sesuai dengan
peraturan di rumah, sekolah, dan masyarakat (Mizan Adiliah). Disiplin adalah
beraneka aturan yang menjadi petunjuk dan pegangan kehidupan beradab suatu
masyarakat agar dapat melangsungkan keberadaannya dalam keadaan aman, tertib,
serta terkendali berdasarkan hukum dalam semua aspek kehidupan (Sukono)
Disiplin adalah tata tertib ( di sekolah, kemiliteran, dsb) atau ketaatan
(kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib, dsb) (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Disiplin kelas merupakan sesuatu
yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang untuk bersikap patuh terhadap
bentuk-bentuk aturan yang telah ditetapkan dalam kelas agar tercapai tujuan
yang diinginkan.
B.
Sumber
Pelanggaran Disiplin Kelas
Sumber pelanggaran asumsi adalah suatu asumsi yang
menyatakan bahwa semua tingkah laku individu merupakan upaya untuk mencapai
tujuan yaitu pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan manusia meliputi kebutuhan-
kebutuhan berikut ini:
a. Kebutuhan
fisik ( physical needs) manusia, yaitu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia
b. Kebutuhan
akan rasa aman dan keselamatan ( security and safety) yaitu kebutuhan
keselamatan dan rasa aman baik fisik maupun perasaan keamanan terhadap masa
depan yang dihadapinya
c. Kebutuhan
rasa diterima dan cinta kasih yaituberupa kebutuhan mencintai orang lain dan
dicintai orang lain, penerimaan, pembenaran, dan cinta orang lain pada dirinya
d. Kebutuhan
akan kehormatan harga diri (respect of self esteem) yaitu kebutuhan merasa
dirinya berguna bagi orang lain, mempunyai pengaruh terhadap orang lain, dan
sebagainya
e. Kebutuhan
akan pengetahuan dan pemahaman (knowledge and understanding) terhadap berbagai
hal agar individu dapat mengambil berbagai keputusan yang bijaksana terhadap
beberapa hal dalam menghadapi dunianya secara efektif
f. Kebutuhan
akan keindahan dan aktualisasi diri (beauty and self actualization) yaitu
kebutuhan untuk memperoleh pengalaman mengaktualisasikan dirinya dalam dunia
nyata secara langsung agar dari pengalamannya ia akan lebih kreatif, toleran
dan spontan.
Menurut Rasdi (2000) dalam Entang
dan Raka Joni (24-25) Secara berurutan, manusia menghendaki terpenuhinya semua
kebutuhan tersebut yang diperoleh dengan cara yang wajar, umum sesuai dengan
aturan yang berlaku.
Dengan logika seperti itu, mungkin
pula pelanggaran disiplin di sekolah bersumber pada lingkungan sekolah yang
tidak memberikan pemenuhan terhadap semua kebutuhan peserta didik khususnya,
misalnya seperti berikut:
1. Tipe
kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan
kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan subjek didik
2. Pemberian
hak- hak kelompok besar anggota sebagai peserta didik oleh sekolah atau guru
3. Sekolah
atau guru tidak atau kurang memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada di
atas atau di bawah rerata dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan
kehidupan sekolah
4. tau
guru kurang melibatkan dan kurang mengikutsertakan para peserta didik untuk
bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya
5. Sekolah
atau guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalam
keluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah
6. Sekolah
kurang mengadakan kerja sama dengan orang tua dan keduanya juga saling
melepaskan tanggung jawab.
a) Masalah
dari guru atau pendidik:
1. Guru
mempunyai masalah pribadi yang dapat mengganggu dirinya sehingga terbawa
kedalam kelas.
2. Pendidik
tidak menguasai materi sehingga peserta didik kurang paham.
3. Pendidik
tidak memiliki berwibawa..
4. Guru
tidak mempunyai hubungan baIk dengan siswa.
5. Guru
tidak membawa keteladanan.
6. Guru
kurang menggunakan media, strategi, dan metode mengajar dengan baik.
b) Masalah
yang ditimbulkan oleh peserta didik
Sejumlah hal yang disebabkan oleh
peserta didik berikut ini cenderung memberikan kontribusi atau membuat disiplin
kelas terganggu seperti:
7. Anak
yang suka berbuat aneh untuk menarik perhatian di kelas
8. Anak
yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis atau kurang perhatian dari
orang tuanya
9. Anak
yang sakit
10.
Anak yang tidak punya
tempat untuk mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah
11.
Anak yang kurang tidur
12.
Anak yang malas
13.
Anak yang pasif
14.
Anak yang menentang
kepada semua peraturan
15.
Anak yang pesimis
terhadap semua keadaan
16.
Anak yang berkeinginan
berbuat segalanya dikuasai secara “sempurna”
Sementara itu, gangguan disiplin
yang datang dari kelompok peserta didik dapat berupa :
1. Ketidakpuasan
atas pekerjaan kelas
Disebabkan
oleh tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit, beban terlalu ringan atau
terlalu berat, penugasan cenderung kurang terbuka karena mereka tidak siap.
2. Hubungan
interpersonal lemah
Dapat
terjadi karena pengelompokkan pertemanan atau klik dan peran kelompok sangat
lemah.
3. Gangguan
suasana kelompok
Disebabkan
oleh suasana tercekam kompetisi yang berlebihan dan sangat eksklusif ( kelompok
menolak individu yang tidak siap)
4. Pengorganisasian
kelompok lemah
Ditandai
oleh tekanan otokrasi yang berlebihan atau lemahnya supervisi dan pengawasan,
standar perilaku yang terlalu tinggi atau rendah, dan sebagainya
5. Emosi
kelompok dan perubahan mendadak
Dapat
diakibatkan oleh kelompok memiliki watak atau tempramen kekhawatiran tinggi,
kejadian depresi yang mendadak, ketakutan atau kegemparan, serta kelompok
dihinggapi rasa bosan dan kurang berminat atau emosionalnya lemah.
c) Masalah
yang ditimbulkan lingkungan :
a. Lingkungan
rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian, ketidakteraturan, pertengkaran,
ketidakharmonisan, dan lain- lain
b. Lingkungan
atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising dan
lingkungan minuman keras
c. Lingkungan
sekolah, seperti kelemahan guru, kelemahan kurikulum, kelemahan manajemen
kelas, ketidaktertiban, dan kekurangan fasilitas
d. Situasi
sekolah seperti: hari- hari pertama dan hari- hari akhir sekolah ( akan libur
atau sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, dan lain- lain.
Sebab- sebab pelanggaran disiplin
kelas itu selain bersifat pribadi juga ada sebab- sebabnya yang bersifat umum,
seperti:
a. Kebosanan
dalam kelas merupakan sumber pelanggaran disiplin ( mereka tidak tahu lagi apa
yang harus mereka kerjakan karena yang dikerjakan itu ke itu saja)
b. Perasaan
kecewa dan tertekan karena siswa dituntut untuk bertingkah laku yang kurang
wajar sebagai anak remaja
c. Tidak
terpenuhinya kebutuhan akan perhatian, pengenalan, atau keberadaan pribadi
siswa atau status.
C.
Peraturan
dan Tata Tertib Kelas
Kelas harus mempunyai
peraturan dan tata tertib. Peraturan dan tata tertib kelas ini harus dijelaskan
dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus menerus. Peraturan
dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan
terjadi pada siswa.
Peraturan menunjuk pada patokan
atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Misal : siswa
harus mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan
oleh guru; menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya;
memberi jawaban jika guru telah menunjuknya.
Tata tertib menunjuk pada patokan
atau standar untuk aktivitas khusus. Misal : penggunaan pakaian seragam;
mengikuti upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto,
1993:122-123).
Peraturan dan tata tertib kelas
untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di
Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:79-81) antara lain harus
memuat hal-hal berikut ini.
1. Masuk
sekolah
a) Siswa
harus datang ke sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
b) Menaruh
tas dan alat tulis lainnya di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas.
c) Siswa
yang mendapat tugas jaga/piket harus hadir lebih awal.
d) Siswa
yang sering terlambat harus diberi teguran.
e) Siswa
yang tidak masuk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum atau
sesudahnya secara lisan atau tulisan.
f) Guru
tidak boleh terlambat atau absen tanpa ijin.
2. Masuk
kelas
a) Siswa
segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi.
b) Ketua
kelas menyiapkan barisan
c) Siswa
masuk kelas satu persatu dengan tertib dan duduk di tempatnya masing-masing.
d) Guru
memeriksa kerapian, kebersihan, dan kesehatan siswa satu persatu; kebersihan
kuku, kerapian rambut, kerapian dan kebersihan baju dan sebagainya.
3. Di
dalam kelas
a) Berdo’a
bersama dipimpin oleh salah seorang siswa.
b) Memberi
salam kepada guru dan pelajaran dimulai.
c) Guru
menuliskan siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan/keterangan
mengapa tidak masuk.
d) Pada
saat pelajaran berlangsung siswa harus tetap tertib, tidak boleh ribut,
bercanda atau melakukan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan
pelajaran.
e) Siswa
tidak boleh meninggalkan kelas tanpa ijin atau alasan tertentu.
f) Guru
juga tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung
walaupun ada siswa sedang mengerjakan tugas di luar kelas.
4. Waktu
istirahat
a) Pada
saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib.
b) Guru
keluar kelas setelah semua siswa keluar.
c) Siswa
tidak boleh berada di kelas ketika istirahat.
d) Selama
istirahat siswa tidak diperkenankan meninggalkan sekolah tanpa ijin.
e) Pada
saat bel masuk lagi berbunyi (setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan
tertib dan duduk dengan tenang di tempat masing-masing.
f) Sebaiknya
guru sudah berada di kelas lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi.
5. Waktu
pulang
a) Ketika
bel pulang berbunyi, pelajaran berakhir, ditutup dengan doa dan salam kepada
guru.
b) Guru
memberikan nasehat-nasehat, mengingatkan tentang tugas-tugas, pekerjaan rumah
dan sebagainya
c) Siswa
keluar kelas dengan tertib.
DAFTAR PUSTAKA
Ekosiswoyo Rasdi, Maman Rachman.
2000. Manajemen Kelas. Semarang: CV.
IKIP Semarang Press.
Riyanto. Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi bagi Pendidikan Dalam implementasi Pembelajaran yang Efektif. Jakarta:
Kencana.
Terimakasih kak , sangat membantu
BalasHapusThanks, sangat membantu
BalasHapusTerima Kasih , Sangat Bermanfaat
BalasHapusMantap. Sangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak, semoga bisa diterapkan dilapangan nantinya
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih. Sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusSangat bagus kak.. 👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu materinya
BalasHapus