Manajemen Pembelajaran
Tugas
Manajemen
Kelas di SD
OLEH:
Muvidha Lediani
(1620141)
KELAS : 7.4/ PGSD
DOSEN PEMBIMBING :
Yessi Rifmasari,M.Pd
Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan
STKIP ADZKIA PADANG
2019
A. Konsep
Manajemen Pembelajaran
Proses
pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.
Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang
bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen memiliki peranan
sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait. Masing-masing
komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing
komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud,
jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen
pembelajaran.
Di
dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto
mengungkapkan bahwa manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar
sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Manajemen
juga diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan
mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi
tercapai secara efektif dan efisien .
Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses
yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dan diharapkan. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang
manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam Jurnal tentang pengantar teori
Manajemen, diantaranya:
a.
Harold
Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management”
mengemukakan, “manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan
yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
b.
George
R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan
definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian,
penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun
seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
c.
G.R.
Terri, manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan dan usaha mencapai sasaransasaran dengan memanfaatkan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya.
Berdasarkan
beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai
aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu,
manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan
mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan
fungsi-fungsi pokok manajemen.
Menurut
Gagne sebagaimana yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell Gredler bahwa istilah
pembelajarandapat diartikan sebagai “ seperangkat acara peristiwa eksternal
yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal
“. Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang
sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan
bantuan bagi terjadinya proses belajar.
Pendapat
semakna dengan definisi diatas dikemukakan oleh J. Drost yang menyatakan bahwa
pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menjadikan orang lain
belajar. Sedangkan Mulkan memahami pembelajaran sebagai suatu aktivitas guna
menciptakan kreatifitas peserta didik.
Berdasarkan
berbagai pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah
serangkaian kegiatan yang di usahakan dalam rangka agar orang dapat melakukan
aktivitas belajar dengan harapan mewujudkan tujuan pembelajaran. Setelah
mengetahui masing-masing pengertian dari manajemen dan pembelajaran,
selanjutnya manajemen pembelajaran artinya yaitu suatu usaha untuk mengelola
sumber daya yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Manajemen
pembelajaran juga merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan
seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran
adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari
proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian
dalamrangka mencapai tujuan pendidikan.
B. Tujuan
Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen
pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan
secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada
hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional
yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
Tujuan pokok
mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan
metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas
seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien.
C. Kebijakan
Tentang Manajemen Pembelajaran
Kebijakan
adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang
bersifat mengikat, yang mengatur prilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata
nilai baru dalam masyarakat. Kebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota
organisasi atau anggota masyarakat dalam berprilaku.
Kebijakan
pendidikan di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diarahkan untuk mencapai hal-hal
sebagai berikut:
1.
Mengupayakan perluasan dan pemerataan
kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat
Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan
peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
2.
Meningkatkan kemampuan akademik dan
profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan
sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam
peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa
lembaga dan tenaga kependidikan;
3.
Melakukan pembaharuan sistem pendidikan
termasuk pembaharuan kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani
keberagaman peserta didik, penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal
sesuai dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenis pendidikan secara
professional;
4.
Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah
maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan,
serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh
sarana dan prasarana memadai;
5.
Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem
pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan
manajemen;
6.
Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang
diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem
pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni;
7.
Mengembangkan kualitas sumber daya manusia
sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya
proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat
berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai
dengan potensinya;
8.
Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi bangsa sendiri
dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah, dan koperasi.
D. Peran
Guru dalam Manajemen Kelas
Seorang
guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengajar subjek didik secara
formal. Namun, berdasarkan Sanjaya (2006 : 14), mengajar tidak hanya tentang
memberikan materi kepada siswa, tetapi juga proses mengubah perilaku siswa.
Sanjaya (2014: 2) menambahkan bahwa guru adalah orang yang memiliki tanggung
jawab untuk membantu siswa untuk belajar dan berperilaku dengan cara yang
berbeda. Berdasarkan definisi tersebut, guru memiliki peran penting dalam
pendidikan, terutama bagi siswa. Ada berbagai peran yang dapat dimainkan oleh
guru. Brown (2000 : 167- 168) membagi peran guru menjadi lima metafora.
1. Guru
sebagai pengendali yang bertanggung jawab lengkap untuk mengontrol waktu belajar,
apa yang siswa lakukan, apa yang mereka katakan, dan bagaimana mereka mengatakannya.
2. Guru
sebagai direktur di mana pekerjaan adalah untuk menjaga proses belajar mengajar
berjalan lancar.
3. Guru
sebagai manajer untuk membuat rencana pelajaran, modul, kursus, dan struktur
waktu belajar.
4. Guru
sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan membantu siswa untuk menghindari kendala
dalam proses belajar guna membuat belajar lebih mudah bagi siswa.
5. Guru
sebagai sumber informasi semacam pusat sumber informasi berjalan.
Brown (2000 : 168)
menjelaskan bahwa guru harus membuat diri mereka tersedia sehingga siswa dapat
berkonsultasi setiap kali diperlukan. Dari penjelasan di atas, guru perlu
menerapkan semua peran ini dalam keseimbangan untuk memfasilitasi belajar
siswa.
E. Kode
Etik Guru
Kode etik guru
merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja, murid dan
wali murid, pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya. Menurut Oteng
Sutisna bahwa pentinganya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan
sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang mensuskeskan misi dalam
mendidik peserta didik.
KODE ETIK GURU INDONESIA
1.
Guru
berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan
dan berjiwa Pancasila.
2.
Guru
memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan
kebutuhan peserta didik masing-masing.
3.
Guru berusaha
memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan
dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.
Guru
menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.
Guru
memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat
yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.
Guru secara
pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.
Guru menciptakan
dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di
dalam hubungan keseluruhan.
8.
Guru
secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI
sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.
Guru
melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam
bidang pendidikan.
IKRAR
GURU INDONESIA
1.
Kami
Guru Indonesia, adalah insan pendidik Bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Kami
Guru Indonesia adalah pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia, pembela dan pengamal Pancasila yang setia kepada
Undang-Undang Dasar 1945.
3.
Kami
Guru Indonesia bertekad bulat mewujudkan tujuan Nasional dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa.
4.
Kami
Guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru
Republik Indonesia, membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak
kekeluargaan.
5.
Kami
Guru Indonesia, menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman
tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap Bangsa dan Negara serta
kemanusiaan.
DAFTAR RUJUKAN
Abidin, Said Zainal. 2006. Kebijakan
Publik. Jakarta: Suara
Bebas
Ditjen PMPTK, Depdiknas, PB PGRI. 2008. Kode Etik Guru dan Dewan Kehormatan Guru

Materinya bagus kak👍, terimakasih🙏sngat brmanfaat
BalasHapusSangat bemanfatt
BalasHapusSangat bermanfaat sekali 🙏
BalasHapusSemoga bisa diterpakan ya kak😇🙏
BalasHapusApakah menurut saudari kebijakan manajemen pendidikan sudah di rasakan oleh masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan ?
BalasHapusCoba jelaskan jika seorang guru tidak mampu mengelolah kelas, apakah dampaknya bagi siswa?
BalasHapusMateri nya sangat bermanfaat kakak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak😆
BalasHapusBermanfaat sekali kak 👍🏻
BalasHapusTerimakasih kakak. Sangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapussangat membantu sekali
BalasHapusTerima kasih kak, sangat membantu
BalasHapusTerima kasih kak, sanggat membantu
BalasHapusMakalahnya bagus... Dan bermanfaat untuk bahan belajar 😊😊😊
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSemangat menulis nya kakak
BalasHapusTerima kasih kak, sangat membantu
BalasHapusSangat membantu saya dalam menjawab tugas kuliah..
BalasHapusTerima kasih ukhti
Makalah ananda sudah bagus dan menambah wawasan pengetahuan
BalasHapusMateri makalah sangat bermanfaat serta sudah dilengkapi dengan rujukan
BalasHapusSangat bermanfaat��
BalasHapusBermanfaat sekali, dan di tambahkan lagi referensinyaa..
BalasHapusTerima kasih
Materinya bermanfaat sekali
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimakasih ilmunya kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTulisan yan sangat membantu saya
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat membantu materiny kak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya sangat bagus kak.. 👍
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus