Manajemen Kelas



Tugas
Manajemen Kelas di SD
 “ Manajemen Kelas ”




OLEH:
Muvidha Lediani
(1620141)

KELAS : 7.4/ PGSD

DOSEN PEMBIMBING :
Yessi Rifmasari,M.Pd

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
STKIP ADZKIA PADANG
                                                                2019



A.    Konsep Manajemen Kelas

Manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas tersebut, guru berperan sebagai manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanankan pengawasan atau supervisi kelas.5 Menurut konsepsi lama, manajemen kelas adalah sebagai upaya untuk mempertahankan ketertiban kelas. Sementara itu menurut konsepsi modern, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas.
Darling-Hammond (2005: 330 – 332) memaparkan pengertian manajemen kelas sebagai suatu aksi yang dilakukan guru dalam menciptakan dan memelihara lingkungan belajar agar tetap kondusif bagi siswa dan guru untuk mecapai tujuan instruksional.
Manajemen kelas yang dahulu lebih berfokus pada konsep intervention  yang menempatkan guru sebagai sosok yang otoriter dan pemberi hukuman kepada siswa yang menyimpang perilakunya dalam kelas, bergeser kepada konsep prevention yaitu guru sebagai pengembang komunitas kelas untuk melaksanakan rutinitas akademik melalui serangkaian kegiatan yang membangun (constructive work). Paradigma terkini tersebut menempatkan guru sebagai leadership qualities and effective teaching and motivational skill (McLaughlin, 1994). 
Untuk berhasil dalam posisi ini, dalam manajemen kelas, Jones (1998: xiii-xiv) berpendapat bahwa guru hendaknya memiliki keterampilan- keterampilan sebagai berikut:
1.      mampu mengembangkan pemahaman yang utuh mengenai kondisi personal/ psikologikal dan kebutuhan siswa,
2.      mengembangkan hubungan positif antara guru-siswa, siswa-siswa yang akan membantu tercapainya kebutuhan psikologis dasar siswa dan terbangunnya komunitas yang efektif di dalam kelas,
3.      menerapkan metode instruksional yang memfasilitasi pembelajaran secara optimal dengan tetap mencermati kebutuhan akademik individual maupun kelompok siswa,
4.      mengembangkan sistem manajemen organisasional dan kelompok dengan  memaksimalkan berbagai aktivitas belajar dan perilaku siswa,
5.      menanggapi secara efektif setiap ketidaknyamanan situasi belajar dan perilaku tidak wajar dari siswa  dengan mengembangkan sistem konseling yang melibatkan siswa untuk merefleksikan dan memperbaiki perilaku yang tidak mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Dari beberapa pendapat tersebut tampak bahwa manajemen kelas tidak hanya sebatas pada aktivitas guru dalam mempersiapkan dan membuat setting kelas untuk belajar dan memberikan pujian atau hukuman atas respon positif dan negatif siswa, tetapi lebih dari hal-hal tersebut. Manajemen kelas merupakan aktivitas integratif yang meliputi
1.      pengembangan hubungan belajar,
2.      perwujudan dan penataan struktur komunitas kelas yang saling menghargai satu dengan yang lainnya,
3.      pengorganisasian aktivitas belajar yang produktif dalam kurikulum yang bermakna,
4.      pengembangan moral,
5.      pembuatan keputusan mengenai waktu dan aspekaspek praktis instruksional,
6.      peningkatan motivasi pembelajar, dan
7.      peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Tujuan dari classroom management meliputi pencapaian tingkat akademik tertentu, social and emotional development, terjadinya kolaborasi positif, dan perkembangan karakter siswa (Silvestri,2001).



Jadi, manajemen kelas itu sangat perlu dilakukan di SD karena hal itu akan berpengaruh pada proses pembelajaran siswa, Sementara itu, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Manajemen kelas perlu dilakukan karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.

B.     Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan Manajemen Kelas Dalam proses manajemen kelas keberhasilannya dapat dilihat dari tujuan apa yang ingin dicapainya, oleh karena itu guru harus menetapkan tujuan apa yang hendak dicapai dengan kegiatan manajemen kelas yang dilakukannya.
Secara umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan dapat berjalan efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Menurut Sudirman dkk., tujuan manajemen kelas adalah menyediakan fasilias dari bermacam-macam kegiatan belajar peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberi kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi.
 Tujuan manajemen kelas menurut Direktorat Jenderal Pemerintah Umum dan Otonomi Daerah dan Diretorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai berikut;
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung adan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.

Sedangkan secara lebih khusus Syaiful Bahri Djamarah yang dikutip oleh Novan Ardi Wiyani, mengungkapkan tujuan manajemen kelas sebagai berikut:
1.      Untuk peserta didik
a.       Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri.
b.      Membantu peserta didik mengetahui perilaku yang sesuai dengan tata tertibkelas dan memahami jika teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.       Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan.

2.      Untuk guru
a.       Mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b.      Menyadari kebutuhan peserta didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada peserta didik.
c.       Mempelajari bagaimana merespons secara efektif terhadap tingkah laku peserta didik yang mengganggu.
d.      Memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah perilaku peserta didik yang muncul di dalam kelas.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan kondisi suatu kelas menjadi lingkungan belajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.

C.    Proses Manajemen Kelas
Manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari manajemen proses belajar mengajar yang paling rumit, tetapi menarik perhatian, baik oleh guru yang sudah berpengalaman maupun guruguru muda yang baru bertugas. Rumit dalam manajemen kelas ini memerlukan berbagai kriteria keterampilan, pengalaman, bahkan dari sikap dan kepribadian guru cukup berpengaruh terhadap manajemen kelas.
Manajemen kelas dikatakan menarik, karena pada satu sisi memerlukan kemampuan pribadi dan ketekunan menghadapi, sedangkan di sisi lain pihak manajemen kelas sangat menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan. Oleh karena itu, guru merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen proses belajar mengajar.23 Pengertian prosedur manajemen kelas sukar dipisahkan dengan pengertian manajemen kelas. Karena manajemen kelas adalah pekerjaannya, sedangkan prosedur manajemen kelas adalah langkahlangkah bagaimana pekerjaan itu di kerjakan.
Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal ini mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai merencanakan serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan. Adapun prosedur manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
a.      Prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan.
Dimensi proses pencegahan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur siswa, fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkag-langkah prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai berikut:
1.       Peningkatan kesadaran diri sebagai guru. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
2.       Peningkatan kesadaran tanggung jawab siswa. Untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu diberikan pengertian tentang kewajiban dan hak-haknyasebagai anggota kelompok/kelas. Saling pengertian akan meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
3.       Sikap tulus dari guru. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa. Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam manajemen kelas.
4.       Mengeal dan menentukan alternatif manajemen. Guru harus mengetahui pendekatan dalam manajemen kelas, sehingga guru bisa menggunakan pendekatan manajemen kelas yang tepat untuk mengatasi problem di kelas.
5.       Membuat kontak sosial. Langkah ini berhubungan engan masalah nilai dan norma. Norma berupa kontak sosial atau peraturan/tata tertib merupakan standar tingkah laku yang diharapkan dan memberikan gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya untuk memenuhi kebutuhan siswa.
b.      Prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan.
Langkah-langkah tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Langkah-langkah prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi masalah siswa. Guru mengenal masalahmasala pengelolaan kelas yang terjadi di kelas.
2.      Menganalisis masalah. Menyimpulkan latar belakang penyimpangan dan selanjutnya menentukan alternatif penanggulngannya.
3.      Menilai alternatif-alternatif pemecahan. Menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang tepat dalam menanggulangi masalah.

D.    Strategi Manajemen Kelas
Upaya-upaya yang dilakaukan oleh guru merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif, optimal, dan menyenangkan agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal. Ragam strategi pengelolaan kelas yaitu :
1.      Penataan Lingkungan belajar
a.       Penataan bangku dalam kelas
b.      Hiasan dinding
c.       Halaman sekolah
Penataan lingkungan belajar di sekolah menjadi salah satu strategi dalam pembelajaran, jika semuanya terlihat rapi dan indah maka siswa tersebut akan senang dalam belajar
2.      Cara pengajaran guru (pendidik)
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran sebagai berikut:
a.       Strategi pembelajaran seluruh kelas, meliputi :
a.       Ceramah
b.      Diskusi
c.       Debat
b.      Strategi pembelajaran kelompok kecil, meliputi :
a.       Pembelajaran kooperatif
b.      Pembelajaran kolabortif
c.       Strategi pembelajaran individu
Cara pengajaran guru juga menjadi salah satu motivasi siswa dalam belajar. Jika guru itu baik, tidak membuat siswa takut maka siswa akan senang dalam belajar di sekolah
3.      Pengaturan prilaku dan pemberian motivasi kepada siswa






Daftar Rujukan
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya
Maman, Rachamn. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Dapartemen Pendidikandan Kebudayaan Dorektorat jendral Pendidikan Tinggi

Komentar

  1. Sangat bermanfaat dan membantu..... Terimakasih😂

    BalasHapus
  2. Sangat membantu terimakasih 😊

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat dan membantu sekali kak 😇

    BalasHapus
  4. Sangat membantu kak dalam mencari tugas, terimakasih

    BalasHapus
  5. Bagus, sangat bermanfaat dan menambah ilmu

    BalasHapus
  6. sangat membantu dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
  7. sangat membantu kak, terima kasih :)

    BalasHapus
  8. Sangat membantu, terimakasih kak ☺️

    BalasHapus
  9. Makasih artinya kak, artikelnya bagus

    BalasHapus
  10. Materinya sangat bermanfaat sekali 👍

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat kak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat sekali...
    Makasih😊

    BalasHapus
  13. Sangat membantu dan bermanfaat kak, terimakasih kak ☺️

    BalasHapus
  14. Tulisan yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. Tulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya

    BalasHapus
  16. Sangat bermanfaat, terima kasih kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menciptakan Suasana Kelas yang Efektif

Aspek, Fungsi, Faktor Manajemen Kelas

Tahapan Penanggulangan Disiplin Kelas