Faktor-Faktor Mempengaruhi Belajar di Kelas
A. Faktor-Faktor
Mempengaruhi Belajar di Kelas
1. Faktor
yang mempengaruhi belajar
Dalam
belajar ada dua faktor yang mempengaruhi seseorang, yaitu: faktor dalam diri
manusia dan di luar diri manusia atau dalam istilah lain faktor internal dan
eksternal manusia.
1. Faktor Interen
Faktor
internal yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sendiri dan
dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor internal dibedakan menjadi
beberapa jenis yaitu:
a. Aspek Psikologis
1) Intelegensi
Sangat Besar pengaruhnya terhadap kemajuan
belajar. Inteligensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu
kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan
cepat dan efektif mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara
efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Intelegensi besar
pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam situasi yang sama, peserta didik
yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada
yang mempunyai intelegensi yang rendah. Walaupun begitu peserta didik yang
mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum pasti berhasil dalam
belajarnya. Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang komples
dengan banyak faktor yang mempengaruhinya sedangkan intelegensi adalah salah
satu faktor di antara faktor yang lain.
2)
Perhatian
Untuk menjamin hasil belajar yang baik, maka
siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang akan dipelajarinya.
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu semata-mata tertuju
kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek [7].
i.
Minat
Besar pengaruhnya terhadap belajar, karena
bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak
akan belajar sungguh-sungguh.
ii.
Bakat
Merupakan kecakapan potensial yang dimiliki
seseorang untuk mencapai keberhasilan.
iii.
Motivasi
Motivasi erat sekali hubungannya dengan
tujuan yang akan dicapai. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan dasar yang
menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku kearah suatu tujuan tertentu [1].
iv.
Kesiapan
Kesiapan perlu diperhatikan dalam proses
belajar, karena jika siswa sudah mempunyai kesiapan untuk belajar, maka hasil
belajar baik.
b.
Faktor Jasmaniah
Faktor jasmaniah ini terdiri atas
dua faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor kesehatan dan cacat
tubuh.Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta
bagian-bagiannya/bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat.
Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya karena proses belajar
seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga
akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya
lemah, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan/kelainan kelainan alat
inderanya serta tubuhnya.Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah
mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan
ketentuan-ketentuan tentang bekerja,belajar, istirahat, tidur, makan olah raga,
rekreasi dan ibadah.
Cacat tubuh adalah faktor yang
mempengaruhi belajar berupa sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang
sempurna mengenai tubuh/badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar.
Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi maka hendaknya
ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat
menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatan itu.
c. Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun
sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah
lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh karena
terjadi kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah
tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. Sedangkan kelelahan rohani
dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan
untuk menghasilkan sesuatu hilang, kelelahan ini sangat terasa pada bagia
kepala dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk konsentrasi seolah-olah
otak kehabisan daya untuk bekerja.
Kelelahan baik secara jasmani
maupun rohani dapat dihilangkan dengan cara-carasebagai berikut:
1) Tidur,
2) Istirahat,
3) Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam
bekerja,
4) Menggunakan obat-obatan yang bersifat melancarkan
peredaran darah, misalnya obat gosok,
5) Reaksi dan ibadah yang teratur,
6) Olahraga secara teratur, dan
7) Mengimbangi makan dengan makanan yang memenuhi
syarat-syarat kesehatan (memenuhi empat sehat lima sempurna),
8) Jika kelelahan sangat serius cepat-cepat menghubungi
seorang ahli, misalnya dokter, psikiater dan lain-lain.
2.
Faktor
Eksteren
Faktor eksteren adalah
faktor-faktor yang berasal dari lingkungan luar dan dapat mempengaruhi terhadap
belajarnya. Faktor eksternal dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Aspek
Keluarga
Pendidkan keluarga merupakan bagian dari jalur
pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan
keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Aspek keluarga
terdiri dari:
1) Cara
Orang Tua Mendidik Anak Cara orang tua mendidik anak besar pengaruhnya terhadap
belajar anaknya. Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya dapat
menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajarnya.
2) Suasana
Rumah Untuk menjadikan anak belajar dengan baik perlu diciptakan suasana rumah
yang tenang dan tenteram. Jika suasana rumah tenang, seorang anak akan betah
tinggal di rumah dan anak dapat belajar dengan baik.
3) Keadaan
Ekonomi Keluarga Keadaan ekonomi keluarga juga sangat mempengaruhi belajar
anak.
b. Aspek
Sekolah
Aspek sekolah yang mempengaruhi hasil belajar
terdiri dari:
1) Metode
mengajar
Menurut
Slameto (2010:65) Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di
dalam mengajar [7]. Metode mengajar yang kurang baik akan mempengaruhi belajar
siswa. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar diusahakan
yang semenarik mungkin.
2) Relasi
Guru dengan Siswa
Guru
yang kurang berinteraksi dengan siswa, dapat menyebabkan proses belajarmengajar
kurang lancar.
3) Disiplin
Kedisiplinan
sekolah sangat erat hubungannya dengan kerajinan siswa pergi ke sekolah dan
juga belajar.
4) Keadaan
Gedung
Jumlah
siswa yang banyak serta karakteristik masing-masing yang bervariasi, mereka
menuntut keadaan gedung harus memadai dalam setiap kelas.
5) Alat
Pelajaran
Mengusahakan
alat pelajaran yang baik dan lengkap perlu agar guru dapat belajar dan menerima
pelajaran dengan baik.
6) Waktu
sekolah
Waktu
sekolah ialah waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu itu
dapat pagi hari, siang, dan sore hari. Waktu sekolah juga mempengaruhi
belajar peserta didik. Jadi memilih
waktu sekolah yang tepat akan memberi pengaruh yang positif terhadap belajar.
7) Standar
Pelajaran di Atas Ukuran
Guru
berpendirian untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi pelajaran di atas
ukuran standar. Akibatnya peserta didik
kurang mampu dan takut kepada guru. Guru dalam menuntut penguasaan materi harus
sesuai dengan kemampuan peserta didik
msing-masing. Yang penting tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai.
8) Keadaan
Gedung
Dengan
jumlah peserta didik yang banyak serta
variasi karakteristik mereka masing-masing menuntut keadaan gedung dewasa ini
harus memadai di dalam setiap kelas.
9) Metode
Belajar
Banyak peserta didik melaksanakan cara belajar yang
salah. Dalam hal ini perlu pembinaan dari guru. Dengan cara belajar yang tepat
akan efektif pula hasil belajar peserta
didik itu. Juga dalam pembagian waktu untuk belajar.
10) Tugas
Rumah
Waktu
belajar terutama adalah di sekolah, di samping untuk belajar waktu di rumah
biarlah digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain. Maka diharapkan guru jangan
terlalu banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak
tidak mempunyai waktu lagi untuk kegiatan lain
c. Aspek
Masyarakat
Aspek
masyarakat terdiri dari:
1) Bentuk
Kehidupan Masyarakat
Kehidupan
masyarakat di sekitar juga dapat menpengaruhi belajar anak. Pengaruh tersebut
dapat mendorong semangat anak atau siswa belajar lebih giat atau sebaliknya.
2) Teman
Bergaul
Agar
siswa dapat belajar dengan baik, maka diusahakan agar siswa memiliki teman
bergaul yang baik dan pengawasan dari orang tua serta pendidik harus cukup
bijaksana. Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam
jiwanya daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik
terhadap diri siswa, dan sebaliknya.
3) Media
Masa
Yang
termasuk dalam mass media adalah bioskop, radio, TV, surat kabar, majalah,
buku-buku, komik-komik dan lain-lain. Mass media yang baik memberi pengaruh
yang baik terhadap peserta didik dan
juga terhadap belajarnya. Sebaliknya mass media yang jelek juga berpengaruh
jelek terhadap peserta didik.
2. Mengatur
Kondisi Kelas dan Iklim Belajar Siswa
Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan
kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Lingkungan belajar yang
memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong
anak untuk terlibat secara fisik, emosional, dan mental dalam proses belajar,
dan karena itu, akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang
kreatif-produktif. ltulah sebabnya, mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan
untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau
dilakukannya.
Pengelolaan kelas yang baik, dapat dilakukan dengan 6 cara sebagai berikut;
1.
Penciptaan lingkungan fisik kelas yang kondusif
2.
Penataan ruang belajar sebagai sentra belajar
3.
Penciptaan atmosfir belajar yang kondusif
4.
Penetapan strategi pembelajaran dan
5.
Pemanfaatan media dan sumber belajar
6.
Penilaian hasil belajar.
Lingkungan fisik di kelas meliputi pengaturan ruang belajar yang didesain
sedemikian rupa sehingga tercipta kondisi kelas yang menyenagkan dan dapat
menumbuhkan semangat dan keinginan untuk belajar dengan baik seperti:
pengaturan meja, kursi, lemari, gambar-gambar afirmasi, pajangan hasil karya
siswa yang berprestasi, alat-alat peraga, media pembelajaran dan jika perlu di
iringi dengan nuansa musik yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan
atau nuansa musik yang dapat membangun gairah belajar siswa. Design ruang kelas
yang baik dimaksudkan untuk menanamkan, menumbuhkan, dan memperkuat rasa
keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Dengan ruang kelas yang
baik, para siswa dapat berkomunikasi secara bebas, saling menghormati dan
menghargai pendapat masing-masing.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menata
lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) yaitu:
1.
Visibility (KeleluasaanPandangan)
Visibility artinya penempatan dan
penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa,
sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru, benda atau kegiatan yang
sedang berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan
pembelajaran.
2.
Accesibility (mudah dicapai)
Penataan ruang harus dapat
memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang yang dibutuhkan
selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk harus cukup
untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah dan tidak
mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
3.
Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang di dalam kelas
hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika proses
pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja kelompok.
4.
Kenyamanan
Kenyamanan disini berkenaan dengan
temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
5.
Keindahan
Prinsip keindahan ini berkenaan
dengan usaha guru menata ruang kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi
kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan dapat berengaruh
positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan.
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk
bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan
memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar,
hal-hal berikut perlu diperhatikan yaitu:
1.
Ukuran bentuk kelas
2.
Bentuk serta ukuran bangku dan meja
3.
Jumlah siswa dalam kelas
4.
Jumlah siswa dalam setiap kelompok
5.
Jumlah kelompok dalam kelas
6.
Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang
pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
Tempat duduk merupakan fasilitas atau barang yang diperlukan oleh siswa
dalam proses pembelajaran terutama dalam proses belajar di kelas di sekolah
formal.tempat duduk dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa, bila tempat
duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi
empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa. Maka siswa akan merasa nyaman
dan dapat belajar dengan tenang.
Hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa dalam penataan tempat duduk
siswa tersebut guru tidak hanya menyesuaikan dengan metode pembelajaran yang
digunakan saja. Tetapi seorang guru perlu mempertimbangkan karakteristik
individu siswa, baik dilihat dari aspek kecerdasan, psikologis, dan biologis
siswa itu sendiri. Hal ini penting karena guru perlu menyusun atau menata
tempat duduk yang dapat memberikan suasana yang nyaman bagi para siswa.
3. Kondisi
yang Mempengaruhi Iklim Belajar
1. Kondisi
Fisik
Lingkungan fisik
tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat
menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik.
a. Ruang
tempat berlangsungnya pembelajaran; Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Ruang
Serbaguna/Aula.
b. Pengaturan
tempat duduk; Pola berderet atau berbaris-belajar, Pola susun berkelompok, Pola
formasi tapal kuda, Pola lingkaran atau persegi.
c. Ventilasi
dan pengaturan cahaya.
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang.
2. Kondisi
Sosio Emosional
Kondisi
sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran.
a. Tipe
kepemimpinan guru
Fungsi yang melekat pada guru
ketika berada dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru melaksanakan peran
sebagai pemimpin dalam pembelajaran di kelas.
Apakah gaya otoriter segala sesuatunya diatur dan diarahkan oleh sendiri
dan siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat didalamnya, atau gaya
demokrasi dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid sesuai dengan
peranannya masing-masing.
b. Sikap
guru
Sikap yang diperlihatkan oleh guru
di depan kelas atau di luar kelas yang akan mempengaruhi mood anak, apakah anak
merasa tertarik dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru,
bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang
paling baik diperlihatkan.
c. Pembinaan
hubungan baik
Hubungan antara guru dengan murid
harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar
dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat
kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman
berhubungan seperti dengan orang tuanya.
3. Kondisi
Organisasional
Kegiatan rutin
secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan
mencegah timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas.
a. Pergantian
pelajaran
Ketika terjadi penggantian dalam
pelajaran harus disikapi oleh guru karena dalam proses ini ada jeda
(kekosongan) yang memungkinkan terjadinya interaksi yang tidak diharapkan dari
siswa dengan siswa lainnya. Perlu
disikapi dengan arif bahwa ketika mengahiri pelajaran guru tidak terlalu cepat
karena guru selanjutnya apakah sudah tiba dan apabila belum maka masa jeda itu
terlalu lama.
b. Guru
berhalangan hadir
Guru yang berhalangan hadir akan
menyebabkan terjadinya kekosongan dalam proses belajar mengajar. Untuk
menghindari terjadinya keributan atau perilaku-perilaku yang tidak diharapkan
dari siswa seperti berlarian kesana kemari menggangu kelas lain, dan
menimbulkan kerusakan pada fasilitas kelas, maka guru piket harus paham apa
yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk menutup ketidakhadiran tersebut.
c. Masalah
antar siswa
Masalah antar siswa biasanya
terjadi karena kondisi emosional yang tidak terkendali dan tidak
terorganisasikan oleh guru. Guru harus
memahami karakteristik dan potensi guru sehingga dapat dipahami keseluruhan
perilaku masing-masing dan menekan munculnya konflik diantaranya.
d. Upacara
bendera
Pada saat upacara bendera siswa
harus diorganisasikan berdasarkan tingkatan kelas sehingga mereka dapat tertib
mengikuti kegiatan upacara bendera.
e. Kegiatan
lain
Kesehatan dan kehadiran siswa, penyampaian
informasi dari sekolah kepada guru dan siswa, peraturan sekolah yang baru,
kegiatan rekreasi dan social.
4. Kondisi
Administrasi Teknis
Kondisi
administrasi teknik akan turut mempengaruhi manajemen pembelajaran di dalam
kelas.
a. Daftar
presensi, kerapihan, kebersihan dan keteraturan
Daftar presensi akan memberikan
dukungan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Keterdukungan dari sisi
keteraturan dalam presensi akan memberikan efek psikologis terhadap siswa
karena terjadi keadilan dalam perlakuan.
b. Ruang
bimbingan siswa
Ruang bimbingan siswa diarahkan
untuk memberikan bantuan pada siswa yang secara emosional memiliki masalah. Hal
terpenting dari ruang bimbingan adalah bagaimana ruang tersebut tidak
menimbulkan ketakutan ketika harus berhubungan dengan guru disana.
c. Tempat
baca
Tempat baca merupakan bagian dari
fasilitas yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan kawannya,
dengan fasilitas dan guru.
d. Tempat
sampah
Tempat sampah yang bersih
ditempatkan di tempat yang tepat dan tidak menggangu kegiatan belajar maupun
bermain siswa, akan memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
di kelas. Bau sampah, berserakan
dimana-mana, siswa tidak mengetahui tempat penyimpanan sampah atau karena tidak
ada tempat sampah akan berakibat buruk pada kondisi sosio-emosional dan fisik
siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Adriantoni. 2019. Bahan Ajar Manajemen Kelas Suatu Keterampilan Guru
Profesional. Tidak diterbitkan.
Nasution. (2003). Berbagi pendekatan dalam proses belajar & mengajar. Jakarta:
PT. Bumi Aksara
Rukmana, Ade dan Asep Suryana. 2006. Pengelolaan
Kelas. Bandung: UPI PRESS.
Udin S. Winataputra.2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka
Wiyani, N. A.2013. Manajemen kelas. Jogjakarta: Ar-Ruzz media.
Bermanfaat dan membantu kak, terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu
BalasHapussangat membantu sekali
BalasHapusSangat lengkap dan bermanfaat sekali kak
BalasHapusTerimakasih. Sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusMaterinya sangat bagus
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusMaterinya sangat bagus👍
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya yang bagus kak..
BalasHapus