Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Tugas
Manajemen Kelas di SD
“
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas ”
OLEH:
Muvidha
Lediani
(1620141)
KELAS : 7.4/ PGSD
DOSEN
PEMBIMBING :
Yessi
Rifmasari,M.Pd
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
STKIP ADZKIA PADANG
2019
A. Pengertian
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Untuk dapat melaksanakannya guru juga harus menguasai
berbagai komponen keterampilan dalam manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur.
Sementara keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas,
mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk
menyelesaikan tugas.
Jadi, komponen keterampilan manajemen kelas adalah
keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya
sebagai manajeman kelas.
Keterampilan pengelolaan kelas berkaitan dengan
kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi
kesuksesan guru dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Sartika, 2014) kemampuan dan keterampilan mengelola kelas dalam
proses belajar mengajar yang baik sebagai berikut:
1. Menciptakan
situasi yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal
keberhasilan pengajaran.
2.
Siswa belajar dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan
dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar.
Jadi, dalam
proses pembelajaran, seorang guru harus mampu menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan
siswa dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap yang ramah, memiliki
kesiapan demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang siswa mampu merasakan
kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang sewajarnya, tidak ada tekanan
dari guru dan mampu terangsang untuk belajar dengan baik.
B. Macam
Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Menurut Moh.
Uzer Usman, setidaknya ada empat komponen
keterampilan manajeman kelas.
1. Keterampilan mengadakan pendekatan
secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta
didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah
kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan secara pribadi
yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a.
Menunjukkan kehangatan dan kepakaan
terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
b.
Mendengarkan secara simpatik ide-ide
yang dikemukakan oleh peserta didik.
c.
Memberikan respon positif terhadap
pemikiran peserta didiknya.
d.
Membangun hubungan saling mempercayai.
e.
Menunjukkan kesiapan untuk membantu
peserta didik.
f.
Menerima perasaan peserta didik dengan
penuh pengertian dan terbuka.
g.
Berusaha mengendalikan situasi hingga
peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan masalah yang
dihadapinya.
2. Keterampilan mengorganisasi.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang
manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan memonitori kegiatan
belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan
yang harus dikuasai oleh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
1.
Menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai
kepada peserta didiknya.
2.
Memvariasikan kegiatan yang mencangkup
penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
3.
Membentuk komponen yang tepat.
4.
Mengoordinasikan kegiatan
belajar-mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
5.
Membagi perhatian pada berbagai tugas
dan kebutuhan peserta didik.
6.
Mengakhiri kegiatan belajar dengan
laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3. Keterampilan membimbing dan memudahkan
belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa
mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan
berikut ini.
a.
Memberikan penguatan sebagai kegiatan
yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b.
Mengembangkan supervisi proses awal,
yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun
kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan
dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
c.
Mengadakan supervisi proses lanjut yan
memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan
belajar-mengajar berlangsung.
d.
Mengadakan supervisi pemanduan yang
memusatkan perhatian pada penilaian. pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam
rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta didik saling
belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai
kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir
belajarnya.
4. Keterampilan merencanakan dan
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar
Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan
maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu
membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta
didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan
perencanaan tersebut. Untuk membantu suatu perencanaan yang tepat, guru
dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan akademik peserta didiknya, memahami
berbagai tipe belajar peserta didiknya memahami bakat dan minat peserta
didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil dagnostik tersebut, guru
diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan belajar berupa belajar
mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman sebaya, semulasi, dan
sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk menghayari pengalaman
bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang
harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas antara lain sebagi berikut.
a.
Membantu peserta didik menetapkan tujuan
belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan belajar tersebut.
b.
Merencanakan kegiatan belajar bersama
peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kerja,
waktu, serta kondisi belajar.
c.
Bertindak atau berperan sebagai
penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
d.
Membantu peserta didik menilai
pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan
kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja
sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.
Berbeda dengan Moh. Uzer usman, Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan
setidaknya ada dua komponen keterampilan manajemen kelas yang harus dikuasai
oleh guru, sebagai berikut:
a. Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal (bersifat prevetif).
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru
dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas
yang berkaitan dengan keterampilan sebagai berikut:
1) Sikap
tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap
positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan
tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan
kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang
baik. Komponen ini ditunjukan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama
mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian,
tahu yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala,
sehingga guru dapat menegur anak didik walaupun guru sedang menulis di
papan tulis. Sikap ini dapat dilakukan dengan cara:
·
Memandang secara seksama
Memandang secara seksama dapat
mengundang dan melibatkan anak didik kontak pandang dalam pendekatan guru untuk
bercakap-cakap, bekerja sama dan menunjukan rasa persahabatan.
·
Gerak mendekati
Gerak guru dalam posisi mendekati
kelompok kecil atau individu menandakan kesiagaan, minat dan perhatian guru
yang diberikan terhadap tugas serta aktivitas anak didik. Gerak mendekati
hendaklah dilakukan secara wajar, bukan untuk menakut-nakuti, mengancam atau
memberi kritikan dan hukuman.
·
Memberi pernyataan
Pernyataan guru terhadap sesuatu
yang dikemukakan oleh anak didik sangat diperlukan, baik berupa tanggapan,
komentar, ataupun yang lainnya. Akan tetapi haruslah dihindari hal-hal yang
menunjukan dominasi guru, misalnya dengan komentar atau pernyataan yang
mengandung ancaman seperti: “ saya tunggu sampai kalian diam!”. “saya atau
kalian yang keluar?” atau “ siapa yang tidak senang dengan pelajaran saya,
silakan keluar!”.
·
Memberi reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan
Kelas tidak selamanya tenang. Pasti
ada gangguan. Hal ini perlu guru sadari dan jangan dibiarkan. Teguran guru
merupakan tanda bahwa guru ada bersama anak didik. Teguran haruslah diberikan
pada saat yang tepat dan sasaran yang tepat pula, sehingga dapat mencegah
meluasnya penyimpangan tingkah laku.
2) Membagi
perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang
(siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang
membutuhkan bantuan dan pertolongan dari guru. perhatian guru tidak hanya
terfokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan
kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang
ada di dalam kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa
kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi
efektif. Membagi
perhatian dapat dilakukan dengan cara:
a.
Visual
Guru dapat mengubah pandangannya
dalam memperhatikan kegiatan pertama sedemikian rupa sehingga ia dapat melirik
kegiatan kedua, tanpa kehilangan perhatian pada kegiatan pertama. Kontak
pandang ini bisa dilakukan terhadap kelompok anak didik atau anak didik secara
individual.
b.
Verba
Guru dapat memberi komentar,
penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik pertama
sementara ia memimpin dan terlibat supervisi pada aktivitas anak didik yang
lain.
3) Pemusataan
perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas
atau pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran
membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama
ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.
Maka guru harus bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak
didik dan memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama
dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.
Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru
lakukan, yaitu:
a.
Memberi tanda
Dalam memulai proses belajar
mengajar guru memusatkan pada perhatian kelompok terhadap suatu tugas dengan
memberi beberapa tanda, misalnya menciptakan atau membuat situasi tenang
sebelum memperkenalkan objek, pertanyaan atau topik dengan memilih anak didik
secara random untuk meresponnya.
b.
Pertanggungan jawab
Guru meminta pertanggung jawaban
anak didik atas kegiatan dan keterlibatannya dalam suatu kegiatan. Setiap anak
didik sebagai anggota kelompok harus bertanggung jawab terhadapkegiatan
sendiri, maupun kegiatan kelompoknya. Misalny, dengan meminta kepada anak didik
untuk memperagakan, melaporkan hasil dan memberikan tanggapan.
c.
Pengarahan dan petunjuk yang jelas
Guru harus sering kali memberi
pengarahan dan petunjuk yang jelas dan singkat dalam memberikan pelajaran
kepada anak didik, sehingga tidak terjadi kebingungan pada diri anak didik.
Pengarahan dan petunjuk dapat dilakukan pada seluruh anggota kelas, kepada
kelompok kecil, ataupun kepada individu dengan bahasa dan tujuan yang jelas.
d.
Penghentian
Tidak semua gangguan tingkah laku
dapat dicegah atau berhasil dihindari. Yang diperlukan disini adalah guru dapat
menanggulangi terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu
untuk aktiv dalam kegiatan di kelas. Bila anak didik menyela kegiatan anak
didik lain dalam kelompoknya, guru secara verbal mengomeli atau menghentikan
gangguan anak didik itu.
Cara lain untuk menghentikan
gangguan, adalah guru dan anak didik membuat persetujuan mengenai prosedur dan
aturan yang merupakan bagian dari pelaksanaan rutin proses belajar mengajar,
sehingga menghentikan gangguan berubah menjadi hanya memperingatkan.
Cara mengomeli kurang dibenarkan
dalam pendidikan, sebab tidak mendidik.
a.
Penguatan
Untuk
menanggulangi anak didik yang mengganggu atau tidak melakukan tugas, dapat
dilakukan dengan pemberian penguatan yang dipilih sesuai dengan masalahnya.
Penggunaan penguatan untuk mengubah tingkah laku merupakan strategi remedial
untuk mengatasi anak didik yang terus mengganggu atau yang tidak melakukan
tugas.
b.
Kelancaran
Kelancaran
atau kemajuan anak didikdalam belajar sebagai indikator bahwa anak didik dapat
memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang diberikan di kelas. Hal ini perlu
guru dukung dan jangan diganggu dengan hal-hal yang bisa membuyarkan
konsentrasi anak didik. Ada sejumlah kesalahan yang harus guru hindari, yaitu:
campur tangan yang berlebihan (teacher Instruction), kelenyapan (Fade away),
penyimpangan (Digression), dan ketidaktepatan berhenti dan memulai kegiatan.
c.
Kecepatan
Kecepatan
disini diartikan sebagai tingkat kemajuan yang dicapai anak didik dalam suatu
pelajaran. Yang perlu dihindari oleh guru adalah kesalahan menahan penyajian
bahan pelajaran yang sedang berjalan, atau kemajuan tugas. Ada dua kesalahan
kecepatan yang harus dihindari bila kecepatan yang tepat mau dipertahankan, yaitu:
Bertele-tele (overdwelling) dan mengulangi penjelasan yang tidak perlu.
4) Memberikan
petunjuk-petunjuk yang jelas
Untuk mengarahkan kelompok kedalam
pusat perhatian seperti dijelaskan diatas, juga memudahkan anak menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah memaparkan setiap
pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus
dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
5) Menegur
Permasalahan bisa terjadi dalam
hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Permasalahan dalam
hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru
sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai
dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari hal yang memberikan
efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa
bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
6) Memberi
penguatan
Penguatan adalah upaya yang
diarahkan agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan
oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa
lainnya. Penguatan yang dimaksudkan dapat berupa reward yang bersifat
nonmaterial juga yang bersifat material tapi tidak berlebihan .
b. Keterampilan
yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan
tanggapan guru terhadap anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru
dapat mengadakan kegiatan remedial untuk mengembalikan kondisi belajara yang
optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang
–ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai,
guru dapat meminta bantuan kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua
anak didik untuk membantu mengatasinya.
Bukanlah kesalahan profesional guru
apabila ia tidak dapat menangani setiap masalah anak didik dalam kelas. Namun
pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk
tindakan perbaikan terhadap tingkah laku anak didik yang terus menerus
menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam tugas kelas. Strategi
itu adalah:
a.
Memodifikasi
tingkah laku
Modifikasi tingkah laku adalah
menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan pembelajaran
sehingga tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang penilaian yang kurang
baik. Guru menganalisis tingkah laku anak didik yang mengalami masalah atau
kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan
mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
b.
Pengelolaan kelompok
Kelompok kecil ataupun kelompok
belajar di kelas adalah merupakan bagian pencapaian tujuan pembelajaran dan
strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok biasa muncul secara informal
seperti teman bermain, teman seperjalanan , gender dan lain-lain. Untuk
kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran maka kelompok yang
ada dikelas itu harus dikelola dengan baik oleh guru.
c.
Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Permasalahan memiliki sifat
perennial (akan selalu ada) dan nurturan effect, oleh karna itu permasalahan
akan muncul didalam kelas kaitanya dengan interaksi dan akan diisi oleh dampak
pengiring yang besar bila tidak biasa di selesaikan. Guru dapat dapat melakukan
seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia
mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah laku
tersebut serta berusaha untuk menemukan pemecahannya. Guru harus datang
mendeteksi permasalahan yang mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil
langkah penyelesain sehinggaada solusi untuk masalah tersebut.
C. Permasalahan
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Hal ini merupakan hambatan kemajuan pelajaran atau
aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak
mau terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan
Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru
memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah
memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara
bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
Ketrampilan ini berhubungan dengan tanggapan guru
terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud guru dapat
mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal. Apabila
terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru
telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi
kembali, guru dapat meminta bantuan, Kepala
Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah kesalahan professional guru
apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan
dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan
terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang
tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.
1.
Strategi Yang Dapat Digunakan
a)
Modifikasi Tingkah Laku
Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik yang
mengalami masalah dan berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan
mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
1)
Dapat kerjasama dengan rekan kerja
mengatasi masalah
2)
Merinci dengan tepat tingka yang
menimbulkan masalah
3)
Memilih dengan teliti tingkah yang
diperbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling menjengkelkan yang
sering muncul.
4)
Tepat memilih pemberian penguatan
yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang telah menjadi baik.
b)
Pendekatan Pemecahan Masalah
Kelompok
1)
Memperlancar tugas, mengadakan terjadinya
kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas.
2)
Memelihara kegiatan-kegiatan
kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik
yang timbul.
3)
Menemukan dan memecahkan
tingkahlaku yang menimbulkan masalah.
4)
Guru dapat menggunakan seperangkat
cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus mengetahui
sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut. Serta berusaha
mencari pemecahanya.
2.
Hal-hal yang harus di hindari
a.
Campur Tangan Yang Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan
komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus.
Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.
b.
Kelenyapan
Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu
intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan
atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak
mengawang-awang.
c.
Ketidak tepatan memulai dan
mengahiri kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri
aktivitas sebelumnya.
d.
Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan
kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita
sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran
kegiatan di kelas terganggu.
e.
Bertele-tele
1.
Mengulang-ulangi hal-hal tertentu
2.
Memperpanjang pelajaran atau
penjelasan

sanagt membantu kak
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSangat mambantu kak
BalasHapusTerimakasih kak.. Materinya sangat bermanfaat.. 🤩
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, terima kasih kak
BalasHapus