Menciptakan Suasana Kelas yang Efektif
A.
Pengertian
Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan
Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses
belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta
didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan
pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat
memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan
sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana pembelajaran
yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar
dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam
melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Salah satu hal yang harus dikedepankan dalam
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah menyertakan partisipasi
siswa di dalam kelaS.Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar
juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi
ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru
dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan
mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
B.
Menciptakan
Suasana Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan
fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada
bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang,
tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar
yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif,
maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:
1.
Melibatkan
Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat
digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain:
a. Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan
eksprimen.
b. Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan
penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
d. Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat
praktek.
e. Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat
surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya
lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas siswa.
Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa :
- Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar.
- Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat
siswa. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya
dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat
dan perhatian siswa dalam belajar.
Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada
diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab
dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya
tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa.
Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa
merupakan pembelajaran yang diminati.
3.
Membangkitkan
Motivasi Siswa
Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri
seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi
adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau
tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah
bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar. Berikut ini
beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
a) Guru berusaha
menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya;
b) Pada awal
kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa
tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa
terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
c) Guru berusaha
mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d) Guru hendaknya banyak
memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri;
e) Guru selalu
berusaha menarik minat belajar siswa.
f) Sering-seringlah
memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.
4.
Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi
pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan
kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa.
Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah
semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga
ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem
pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang cukup marak
dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga pendidikan yang
memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5.
Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang
digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang
disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.
Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang
dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan
manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di
kelas.
Di dalam menyiapkan dan
menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
sebagai berikut :
- Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat
memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan.
- Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan
kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok.
- Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan
mudah digunakan.
C.
Tujuan pengelolaan kelas yang efektif
`Secara umum tujuan pengelolaan
kelas adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran aka
tercapai, jika tercapainya tujauan pembelajaran.Karakter akelas yang dihasilkan
karena adanya proses pengelolaa kelas yang baik akan memiliki sekurang-urangnya
tiga ciri, yakni:
1. Speed, artinya anak dapat belajar
dalam percepatan proses dan progres, sehingga membutuhkan waktu yang relatif
singkat.
2. Simple, artinya organisasi kelas dan
materi menjadi sederhana, mudah dicerna dan situasi kelas menjadi kondusif.
3. Self-confidence, artinya anak dapat belajar
dengan kondisi yang penuh rasa percaya diri atau menganggap dirinya mampu
mengikuti pelajaran dan belajar berprestasi.
D. Usaha-usaha yang di Tempuh dalam Manajemen Kelas Sehingga Dapat
Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar
Untuk
meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar ada langkah yang ditempuh
dalam proses manajemen kelas yang efektif
1.
Menganalisis kondisi kelas yang nyata.
Setelah menentukan kondisi kelas yang
diinginkan, guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada yakni membandingkan
keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan kemudian menentukan kondisi
dengan keadaan yang diharapkan, dengan demikian kondisi ini memungkinkan guru
mengetahui :
a.
Kesenjangan antara kondisi sekarang dengan yang diharapkan kemudian
menantikan kondisi yang perlu di perhatikan segera dan mana yang dapat
diselesaikan kemudian, dan mana yang memerlukan pemantauan.
b.
Masalah yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika
guru gagal mengambil tindakan pemecahan.
c.
Kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap
sudah baik.
2.
Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan.
Guru yang efektif adalah guru yang menguasai
berbagai strategi manajerial yang terkandung dalam berbagai pendekatan
manajemen kelas dan mampu memilih serta menggunakan strategi yang paling sesuai
dalam situasi tertentu yang telah dianalisis sebelumnya, proses pemilihan ini
dapat dianggap suatu kerja komputer, guru memeriksa strategi-strategi yang
tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan
untuk meningkatkan kondisi yang dianggap sesuai.
Menilai efektifitas pengelolaan Dalam tahap
ini guru menilai efektifitas pengelolaannya artinya dari waktu ke waktu guru
harus menilai sejauh mana keberhasilan memelihara dan menciptakan kondisi yang
sesuai. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku.
Perilaku pertama adalah perilaku guru dalam arti sejauh mana guru telah
menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Perilaku kedua
adalah perilaku peserta didik, yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang
sesuai. Yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk
dilakukan.
Terimakasih kak, sangat bermanfaat dan membantu
BalasHapusTerimakasi ya semoga sukses
BalasHapusTerima kasih. Sangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak, semoga bisa diterapkan dilapangan nantinya
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusKarya tulisnya bagus
BalasHapusTulisan yang sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih materinya kak
BalasHapusTerimakasih. Sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSangat membantu sekali 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat..terimakasih.. 😊👍
BalasHapusSangat membatu sekali materinya kk
BalasHapusTerimakasih, bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu, terima kasih😊
BalasHapus